TANGGUNGGUNUNG, 17 Oktober 2026 – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Tanggunggunung menyelenggarakan rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 pada Sabtu (17/10/2026). Kegiatan berlangsung di Gedung MWCNU Tanggunggunung dengan diikuti jajaran pengurus NU dari tingkat mengomel hingga MWCNU, serta perwakilan lembaga dan badan otonom (Banom) NU se-Kecamatan Tanggunggunung.
Rangkaian kegiatan dimulai setelah salat Magrib dengan doa bersama untuk para pendiri Nahdlatul Ulama sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan dan jasa para muassis NU dalam membangun serta menjaga tradisi keislaman dan pengabdian. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan khotmil Qur'an yang dipimpin langsung oleh Rois Syuriyah MWCNU Tanggunggunung, KH. Jamaludin.
Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan khidmat. Momentum ini sarana menjadi memperkuat ikatan spiritual, mempererat ukhuwah, serta meneguhkan komitmen bersama dalam melanjutkan perjuangan para ulama dan pendiri Nahdlatul Ulama.
Agenda berikutnya adalah kajian dan bedah buku Nahdlatul Ulama Abad Kedua yang disampaikan oleh Dr. M. Kholid, M.Pd. Dalam pemaparannya, ia mengupas berbagai arah strategi yang menjadi perhatian dalam Muktamar NU ke-35, khususnya dalam meneguhkan langkah-langkah transformasi peradaban.
Kajian tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan para pengurus NU mengenai tantangan organisasi di abad kedua sekaligus mendorong lahirnya gagasan dan langkah nyata untuk memperkuat peran Nahdlatul Ulama dalam kehidupan keagamaan, sosial, pendidikan, dan kebangsaan.
Dalam sambutannya, Eko Ali Sadikin, M.Pd., selaku Ketua Tanfidziyah MWCNU Tanggunggunung, menyampaikan pentingnya menjadikan peringatan Hari Santri Nasional sebagai momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menghidupkan semangat perjuangan para santri dan ulama.
Peringatan Hari Santri Nasional, menurut semangat yang diusung dalam kegiatan ini, bukan sekadar agenda seremonial, melainkan juga menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen pengurus dalam berkhidmah kepada umat, menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, dan berkontribusi bagi kemajuan masyarakat.
Rangkaian acara diakhiri dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah seluruh peserta dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan.
Melalui kegiatan ini, MWCNU Tanggunggunung berharap semangat Hari Santri Nasional 2026 semakin memperkokoh persatuan seluruh elemen NU serta menumbuhkan semangat berkhidmah demi terwujudnya organisasi yang semakin kuat, mandiri, dan bermanfaat bagi masyarakat.


0 Komentar