Dari KOIN NU, tangan dermawan menjadi kekuatan.
Dari TABAROT, keikhlasan menjadi tumpuan.
KRESIKAN — Lagi-lagi, NU Tanggunggunung hadir di tengah-tengah masyarakat. Bukan sekadar datang membawa nama organisasi, tetapi hadir membawa kepedulian, harapan, dan sedikit kekuatan bagi mereka yang sedang diuji oleh kehidupan.
Hari ini, 6 September 2026, kepedulian itu kembali diwujudkan melalui KOIN NU, produk gerakan NU CARE LAZISNU dan TABAROT yang melalui tangan-tangan penuh keikhlasan para Muslimat NU disalurkan menjadi bantuan nyata kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kali ini, bantuan tersebut diberikan kepada Bapak Sien, warga Dusun Perkebunan, Desa Kresikan, yang saat ini tengah berjuang melawan kanker lambung.
Perjuangan Bapak Sien bukanlah perjuangan yang ringan.
Setelah menjalani operasi, beliau masih harus menjalani rangkaian kemoterapi. Dan hari ini, kemoterapi itu telah memasuki kali keenam.
Enam kali menjalani kemoterapi.
Namun di balik perjuangan melawan penyakit tersebut, ada beban lain yang tak kalah berat.
Bapak Sien adalah tulang punggung keluarga. Di pundaknya terdapat tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan ibunya yang telah renta dan sering sakit-sakitan, serta putri semata wayangnya yang baru saja menyelesaikan pendidikan SMP.
Kini, keadaan telah membuatnya tak lagi mampu beraktivitas seperti dahulu.
Hari-harinya lebih banyak dihabiskan dengan berbaring. Bahkan untuk sekadar duduk pun, Bapak Sien harus mendapatkan bantuan dari putri tercintanya.
Di situlah hati terasa tersayat.
Seorang ayah yang dahulu berusaha menjadi sandaran keluarganya, kini justru harus bersandar kepada anaknya.
Seorang ayah yang seharusnya menjadi tempat berlindung, kini membutuhkan tangan kecil putrinya hanya untuk membantunya duduk.
Namun di tengah keterbatasan itu, masih ada harapan.
Ada tangan-tangan yang datang mengetuk pintu.
Ada hati-hati yang tergerak untuk peduli.
Ada kepedulian yang dikumpulkan sedikit demi sedikit melalui KOIN NU.
Hari ini, Ketua Ranting Muslimat NU Kresikan, Ibu Sartin, beserta anggota, bersama Koordinator LAZISNU Ranting Kresikan, hadir secara langsung untuk menyerahkan bantuan keuangan kepada Bapak Sien.
Kegiatan tersebut juga didampingi oleh Ketua Ranting NU Kresikan beserta beberapa anggota, sebagai wujud nyata bahwa NU ingin terus berada sedekat mungkin dengan masyarakat, terutama mereka yang sedang berada dalam kondisi sulit.
“KOIN KECIL, HARAPAN BESAR”
Melalui KOIN NU, mungkin nominal yang terkumpul tidak selalu besar.
Tetapi dari koin-koin kecil itulah lahir kepedulian yang besar.
Karena bagi keluarga yang sedang diuji, bantuan bukan hanya tentang berapa jumlah rupiahnya.
Bantuan adalah tentang pesan:
“Bapak tidak sendirian.”
Bahwa di tengah sakit yang panjang, masih ada saudara yang peduli.
Bahwa di tengah kesulitan ekonomi, masih ada tangan yang mau membantu.
Dan bahwa di tengah ujian kehidupan, masih ada harapan yang terus menyala.
Pak Suhud selaku Koordinator LAZISNU Ranting Kresikan menyampaikan,
«“Kami menyadari bahwa bantuan ini mungkin belum seberapa dibandingkan dengan kebutuhan dan perjuangan yang harus dijalani Bapak Sien bersama keluarganya. Tetapi kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban beliau dan keluarga. KOIN NU mengajarkan kepada kita bahwa kepedulian tidak harus menunggu kaya. Dari sedikit yang kita sisihkan dengan ikhlas, ternyata bisa menjadi sangat berarti bagi saudara kita yang sedang membutuhkan.”»
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menghidupkan semangat berbagi melalui KOIN NU.
Sebab tidak ada kebaikan yang terlalu kecil ketika dilakukan dengan keikhlasan.
Hari ini mungkin kita hanya memasukkan beberapa keping uang ke dalam kotak KOIN NU.
Namun kita tidak pernah tahu, dari koin yang kita anggap kecil itu, mungkin ada seseorang yang bisa membeli obat, memenuhi kebutuhan makan, atau mendapatkan sedikit kekuatan untuk melanjutkan perjuangannya.
Mari terus hidupkan KOIN NU.
Karena koin yang kita sisihkan hari ini bisa menjadi harapan bagi mereka yang sedang berada di ujung perjuangan.
Dan untuk Bapak Sien...
Semoga Allah SWT memberikan kekuatan, mengangkat penyakitnya, memberikan kesabaran kepada keluarga, serta membuka jalan kesembuhan dan kemudahan.
Semoga kemoterapi yang keenam ini bukan sekadar angka dalam sebuah perjalanan panjang, tetapi menjadi salah satu jalan menuju kesembuhan.
Karena terkadang, yang dibutuhkan seseorang untuk terus bertahan bukanlah sesuatu yang besar.
Cukup sebuah tangan yang menggenggam, sebuah hati yang peduli, dan sebuah kalimat sederhana:
“Bapak tidak sendirian. Kami bersama Bapak.”
NU Tanggunggunung hadir.
NU peduli.
NU berbagi.
Dari masyarakat, untuk masyarakat.
KOIN NU — Sedikit dari Kita, Berarti untuk Mereka.


0 Komentar