Tulungagung — Dampak musim kemarau mulai dirasakan warga Desa Kresikan, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung. Sejumlah sumur milik warga mulai mengalami penurunan debit air. Air yang tersisa bahkan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti mandi dan minum.
Sementara untuk mencuci pakaian dan memenuhi kebutuhan air dalam jumlah besar, warga harus menuju sumber air yang berada di Dusun Kaliwungu, Desa Kresikan.
Yang kemudian sumur bor ini dikelola bersama-sama oleh masyarakat. Pengelolaan secara bersama tersebut dilakukan agar sumber air tetap terawat dan dapat terus dimanfaatkan untuk kepentingan warga.
Untuk mengantisipasi biaya perawatan maupun apabila terjadi kerusakan pada mesin dan fasilitas sumur bor, masyarakat juga menerapkan mekanisme infaq bagi warga yang mengambil air dalam jumlah besar menggunakan truk. Setiap truk yang mengambil air memberikan infaq sebesar Rp10.000.
Infaq tersebut nantinya digunakan untuk membantu biaya perawatan, perbaikan dan kebutuhan operasional sumur bor, sehingga keberadaan sumber air ini dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat.Kini, ketika kemarau mulai melanda, manfaat bantuan tersebut semakin dirasakan masyarakat. Setiap pagi dan sore, lokasi sumur bor ramai oleh warga. Ibu-ibu dan anak-anak harus antre untuk mencuci maupun mandi.
Tidak hanya digunakan oleh warga sekitar, sumur bor tersebut juga menjadi sumber pasokan air bagi masyarakat di wilayah yang jauh dari mata air. Setiap harinya, diperkirakan tidak kurang dari 40 ribu liter air diambil dari sumur tersebut dengan menggunakan truk dan mobil bak terbuka.
Kondisi tersebut menunjukkan betapa pentingnya keberadaan sumur bor bantuan NU Care–LAZISNU bagi masyarakat Desa Kresikan. Bantuan yang diberikan bukan sekadar pembangunan fasilitas, tetapi menjadi bentuk nyata kepedulian sosial yang manfaatnya terus dirasakan masyarakat hingga menghadapi musim kemarau.Ketua Tanfidziyah MWCNU Tanggunggunung, Eko Ali Sadikin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada NU Care–LAZISNU yang telah memberikan bantuan sumur bor tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada NU Care–LAZISNU atas bantuan sumur bor ini. Hari ini kita bisa melihat sendiri bagaimana manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, terutama ketika kemarau seperti sekarang,” ujar Eko Ali Sadikin.
Menurutnya, keberadaan sumber air harus dijaga bersama. Masyarakat diharapkan tidak hanya memanfaatkan air, tetapi juga ikut menjaga kebersihan lingkungan dan kelestarian sumber mata air.
“Mari kita bersama-sama menjaga kebersihan, merawat dan melestarikan sumber air ini. Karena sumber air ini bukan milik perorangan, tetapi milik kita bersama dan manfaatnya untuk masyarakat,” lanjutnya.
Sementara itu, Ahmad Supali selaku Ketua LAZISNU MWCNU Tanggunggunung, mengatakan bahwa keberadaan sumur bor tersebut merupakan salah satu bentuk nyata manfaat program kepedulian NU Care–LAZISNU yang langsung dirasakan masyarakat.
“Kami bersyukur bantuan sumur bor ini bisa memberikan manfaat yang begitu besar bagi masyarakat. Terlebih saat musim kemarau seperti sekarang, ketika kebutuhan air semakin meningkat. Apa yang awalnya merupakan bantuan pembangunan sumur bor, hari ini menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat,” ujar Ahmad Supali.
Ia menambahkan, pengelolaan sumber air secara bersama-sama merupakan bagian penting agar fasilitas tersebut dapat terus dimanfaatkan dalam jangka panjang.
“Kami berharap masyarakat bersama-sama menjaga dan merawat sumur bor ini. Termasuk dengan adanya infaq Rp10 ribu bagi setiap truk yang mengambil air dalam jumlah besar. Infaq tersebut bukan sebagai pungutan, tetapi sebagai bentuk kepedulian bersama untuk membantu biaya perawatan apabila sewaktu-waktu terjadi kerusakan,” jelasnya.
Ahmad Supali juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengambil manfaat dari sumber air, tetapi turut menjaga kebersihan lingkungan di sekitar sumur bor.
“Kalau sumber air ini kita jaga bersama, insyaallah manfaatnya juga akan kembali kepada kita semua. Jangan sampai karena banyak yang memanfaatkan kemudian kebersihannya tidak terjaga. Ini adalah amanah yang harus kita rawat bersama,” tambahnya.
Ia berharap semangat gotong royong dan kepedulian masyarakat terus tumbuh. Sebab, kebutuhan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting, terlebih bagi masyarakat yang tinggal di wilayah yang jauh dari sumber mata air.
Sementara itu, kondisi di lokasi sumur bor setiap pagi dan sore menjadi gambaran nyata bagaimana masyarakat bergantung pada sumber air tersebut. Antrean warga yang datang untuk mencuci, mandi maupun mengambil air menjadi pemandangan sehari-hari.Di tengah sumur-sumur warga yang mulai mengering, sumur bor bantuan NU Care–LAZISNU tersebut kini menjadi harapan dan penopang kehidupan masyarakat Desa Kresikan di tengah musim kemarau.
Semangat gotong royong, kepedulian sosial dan kesadaran menjaga lingkungan menjadi kunci agar sumber air tersebut tetap lestari dan dapat terus dinikmati oleh masyarakat, bukan hanya hari ini, tetapi juga untuk generasi yang akan datang.
Terima kasih NU Care–LAZISNU. Semoga kebaikan ini terus mengalir, sebagaimana air yang memberi kehidupan bagi masyarakat.


0 Komentar