ANSOR TANGGUNGGUNUNG KONSISTEN MERAWAT NILAI - TRADISI, TIADA HENTI MENEBARKAN KEBAIKAN



Sabtu, 18 Maret 2026
Musholla Al Hidayah Tanggunggunung 

Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Tanggunggunung menggelar Majelis Dzikir & Sholawat Rijalul Ansor untuk kesekian kalinya di Mushola Al Hidayah Tanggunggunung.
Kegiatan yang dimotori Ranting Ansor Tanggunggunung ini berjalan lancar dan hikmat.
Berbagai elemen masyarakat turut hadir menyukseskan kegiatan rutin ini. Mulai dari Ulama, Tanfidziah MWC NU, kader Ansor - Banser, Pengurus PC MDS RA kabupaten, Pemerintahan kecamatan, TNI- Polri, Pemerintah Desa, hingga jamaah lingkungan sekitar. Jumlah kehadiran diperkirakan menembus angka 200 jamaah.

Dalam sambutannya, Ketua PAC Ansor, Mohamad Imron Rosadi menyampaikan apresiasinya atas kerja keras para kader yg telah menjaga semangat & kekompakan. Ia berharap ada sinergi lebih kuat antara GP Ansor dgn berbagai elemen masyarakat untuk menjalan kerjasama dalam pembangunan dan menularkan kebaikan. GP Ansor juga harus peka pada problem-problem sosial, serta kritis terhadap kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat dan umat Islam.
Senada dg hal itu, Ketua Tandifiziyah MWC NU, Eko Ali Sadikin menegaskan bahwa GP Ansor merupakan garda terdepan dalam merawat NKRI dan kebhinekaan. Di mana ada Ansor, diharapkan selalu dibersamai pemerintah, masyarakat dan diberkahi Doa para Ulama. 
Ketua PC MDS RA Tulungagung, Muhammad Fahmi Arafat juga menyampaikan bahwa setiap kegiatan Rijalul Ansor, harus memiliki empat (4) inti kegiatan, yaitu Dzikir/istighozah, Pembacaan Sholawat Nabi Muhammad, Kajian Keislaman serta Peradaban. Ia yakin di masa mendatang kegiatan Rijalul Ansor akan turun dan berkelanjutan hingga Pimpinan ranting di setiap desa.

Pada puncak kegiatan, M. Husnul Fahmi dalam sesi Maudloh Hasanah menyampai semua nubuat, "adanya kebatilan / keburukan bisa disebabkan karena ketidakadaan kesibukan terhadap kebaikan". Maka memperbanyak atau menyibukkan diri dalam kebaikan - kebaikan menjadi salah satu upaya untuk menekan munculnya kebatilan dalam kehidupan. 

Pada akhir kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh wakil Rois Syuriah MWC NU Tanggunggunung, Marinto Mustofa

Posting Komentar

0 Komentar