TANGGUNGGUNUNG — Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Tanggunggunung secara resmi dan meriah menyelenggarakan Masa Kesetiaan anggota (Makesta). Kegiatan yang menjadi tonggak awal kaderisasi ini berlangsung selama dua hari, tepatnya pada Sabtu dan Minggu, 27-28 Juni 2026. Dengan mengusung tema "Gen Z Bergerak, IPNU IPPNU Berdampak", ajang ini sukses menyita perhatian dan antusiasme tinggi dari belasan pelajar Nahdlatul Ulama di wilayah tersebut. Makesta Raya kali ini tidak hanya hadir sebagai serangkaian ritual diklat semata, melainkan sebuah wadah pembekalan yang menyeluruh untuk mencetak kader muda yang progresif, inovatif, dan siap memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Kemeriahan dan kelancaran acara ini mendapat apresiasi tinggi dari Ketua PAC IPNU Kecamatan Tanggunggunung. Dalam arahannya, ia menyanjung sungguh-sungguh kerja keras serta dedikasi panitia yang telah merancang dan melaksanakan kegiatan dengan sangat matang. Ia menilai bahwa perencanaan yang cermat menjadi kunci keberhasilan acara tahunan ini. Lebih dari sekadar ucapan terima kasih, Ketua PAC IPNU juga menyampaikan harapan yang sangat besar kepada seluruh peserta baru saja resmi menyandang status sebagai kader. Ia berpesan agar lulusan Makesta Raya ini tidak berhenti pada euforia saat diklat, melainkan mampu membumikan ilmu yang didapat. “Saya sangat berharap adik-adik sekalian mampu berkhidmah di IPNU IPPNU ini secara maksimal. Jadilah kader yang aktif, kreatif, dan selalu siap memberikan dedikasi terbaik untuk organisasi,” tegasnya.
Sementara itu, motivasi berharga juga datang dari Ketua Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama Kecamatan Tanggunggunung, ustadz Eko Ali Sadikin. Beliau Hadir memberikan memberikan materi secara langsung, betapa pentingnya pondasi karakter ke-NU-an bagi generasi muda saat ini. Di tengah arus globalisasi dan dinamika kehidupan modern, ia memotivasi peserta untuk selalu mengembangkan, menjaga, dan mempertahankan karakter serta jiwa Ahlus Sunnah Wal Jamaah (Aswaja) an-Nahdliyah dalam setiap langkah kehidupan mereka. Eko menyampaikan sebuah peringatan tegas yang menjadi pantulan mendalam bagi seluruh hadirin. "Ingatlah, ketika kehilangan karakter, maka kehilangan semuanya. Karakter Aswaja adalah nyawa dari perjuangan kita, jangan pernah bertukar dengan apapun," ucap Eko Ali Sadikin dengan penuh wibawa yang langsung disambut tepuk tangan meriah dari para peserta.
Sesuai dengan temanya, seluruh rangkaian kegiatan Makesta dirancang sedemikian rupa agar selaras dengan semangat generasi Z. Berbagai sesi materi disajikan secara interaktif, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman, meliputi diskusi publik hingga simulasi manajemen organisasi modern. Dengan suksesnya pelaksanaan kegiatan ini, diharapkan akan lahir regenerasi kader muda yang tidak hanya bersifat intelek, tetapi juga kokoh secara spiritual. Mereka yakin mampu menjadi agen perubahan yang menjawab tantangan zaman dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Aswaja, membuktikan bahwa Gen Z memang benar-benar bergerak dan berdampak.


0 Komentar