Wujud Kepedulian, LAZISNU Tanggunggunung Ringankan Beban Korban Puting Beliung di desa Tenggarejo



Duka menyelimuti warga Desa Tenggarejo, Kecamatan Tanggunggunung, setelah fenomena cuaca ekstrem berupa angin puting beliung menerjang pemukiman mereka. Menanggapi musibah tersebut, NU-CARE LAZISNU Kecamatan Tanggunggunung bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan logistik berupa paket sembako kepada 15 Kepala Keluarga (KK) yang rumahnya mengalami kerusakan paling parah.
Aksi kemanusiaan ini dilakukan sebagai bentuk respons cepat terhadap kondisi darurat yang dialami warga. Tim dari LAZISNU turun langsung ke lokasi bencana untuk memastikan bantuan sampai ke tangan yang tepat. Di tengah puing-puing bangunan dan atap yang tersapu angin, kehadiran para relawan membawa sedikit harapan bagi para korban yang kini tengah berupaya bangkit kembali.

Penyaluran bantuan ini dipusatkan pada titik-titik pemukiman yang paling terdampak di Desa Tenggarejo. Sebanyak 15 paket sembako lengkap yang terdiri dari beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan pokok lainnya dibagikan secara door-to-door. Metode ini dipilih agar tim LAZISNU dapat sekaligus memantau kondisi kesehatan dan psikologis warga pasca-trauma bencana.
"Kami tidak hanya mengantar barang, tetapi juga ingin mendengar langsung apa yang menjadi keluhan dan kebutuhan mendesak warga saat ini. Kehadiran kami adalah representasi dari kepedulian umat melalui zakat, infak, dan sedekah yang dikelola LAZISNU," ujar salah satu pengurus NU-CARE LAZISNU Kecamatan Tanggunggunung di sela-sela pembagian bantuan. 

Bencana angin puting beliung yang terjadi secara tiba-tiba tersebut mengakibatkan kerusakan bervariasi, mulai dari atap rumah yang terbang hingga kerusakan struktur bangunan akibat tertimpa pohon tumbang. Bagi para korban, bantuan pangan menjadi prioritas utama karena aktivitas ekonomi mereka sempat terhenti untuk sementara waktu demi fokus memperbaiki tempat tinggal.
Langkah LAZISNU ini mendapat apresiasi besar dari tokoh masyarakat dan Pemerintah Desa Tenggarejo. Kolaborasi antara lembaga filantropi berbasis ormas keagamaan dengan relawan lokal menunjukkan betapa kuatnya ikatan solidaritas sosial di wilayah Tanggunggunung. Gotong royong menjadi kunci utama dalam mempercepat proses pemulihan pasca-bencana.

NU-CARE LAZISNU Kecamatan Tanggunggunung menegaskan bahwa komitmen mereka terhadap kemanusiaan tidak berhenti pada penyaluran sembako saja. Lembaga ini terus membuka pintu bagi para dermawan yang ingin menyalurkan bantuannya untuk tahap pemulihan (recovery) bangunan rumah warga yang rusak.

Diharapkan dengan bantuan yang terus mengalir, beban ekonomi 15 keluarga di Desa Tenggarejo dapat terangkat secara perlahan. LAZISNU juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi di wilayah pesisir dan perbukitan Tanggunggunung.

Posting Komentar

0 Komentar