PAKISREJO, 13 Januari 2026 – Di tengah arus informasi yang tak terbatas dan tantangan ideologi yang semakin kompleks, menjaga generasi muda dari paham-paham yang menyimpang menjadi tugas bersama. Menyadari hal ini, PAC IPNU IPPNU Tanggunggunung menunjukkan keseriusannya dengan menjadi pelopor kebangkitan salah satu organisasi kader pelajar Nahdlatul Ulama (NU) IPNU IPPNU di Desa Pakisrejo Kec. Tanggunggunung. Melalui sebuah acara yang dikemas santai dalam "Ngaji, Ngopi, Santai" (Ngosanta), Ranting Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) ranting Pakisrejo secara resmi diaktifkan kembali pada Selasa malam (13/1/2026), setelah sempat vakum beberapa periode kepengurusan.
Acara yang digelar di Masjid Hidayatul Mukarromah ini berlangsung dalam suasana yang penuh kehangatan dan keakraban. Puluhan pelajar, pemuda, serta segenap tokoh masyarakat dan orang tua hadir, memadati area tempat duduk yang disediakan panitia. Di bawah cahaya lampu yang menerangi, wajah-wajah penuh semangat para kader muda terlihat siap untuk kembali mengibarkan panji IPNU-IPPNU di tingkat desa. Acara ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah titik awal dari gerakan kolektif untuk menciptakan lingkungan yang sehat bagi para pelajar.
Kepala Desa Pakisrejo, Bapak Barno S.Pd., dalam sambutannya, memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas inisiatif ini. Di hadapan para hadirin, ia menyoroti pentingnya peran organisasi seperti IPNU-IPPNU sebagai benteng pertahanan bagi generasi penerus.
"Saya, selaku Kepala Desa, sangat mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan semacam ini. Di era digital seperti sekarang, anak-anak kita sangat rentan terpapar berbagai informasi, termasuk aliran yang berpotensi melukai tatanan masyarakat. Ada ajaran yang menimbulkan kontroversi, bahkan keresahan, yang justru masuk lewat gawai yang mereka pegang setiap hari yang kalau tidak diimbangi kesalehan digital justru menimbulkan madharat, Kami selaku orang tua berharap dengan aktifnya IPNU IPPNU di Pakisrejo mampu membawa pemuda kearah yang berorientasi positif, terutama kegiatan yang mampu membawa manfaat baik untuk dirinya ataupun orang lain" ujar Barno dengan nada yang tegas namun interaktif .
"Kehadiran IPNU-IPPNU yang kembali aktif ini adalah seperti oase di tengah gurun. Ini adalah benteng bagi generasi muda kita, tempat mereka belajar agama yang sesuai dengan paham Ahlussunnah Wal Jama'ah an-Nahdliyyah, tempat mereka menyalurkan energi positif, dan yang terpenting, tempat mereka terlindungi dari ideologi yang mencoba memecah belah persatuan," tambahnya.
Senada dengan pesan Kepala Desa, Ketua Ranting NU Pakisrejo, Bapak Kiyai Shobirin, menekankan pentingnya konsistensi atau istiqomah dalam berorganisasi. Menurutnya, kebangkitan bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari sebuah perjuangan panjang.
"Kepada Anak-Anaku pengurus IPNU-IPPNU yang baru saja aktif kembali, pesan saya hanya satu: istiqomah. Jangan biarkan api semangat yang menyala malam ini padam besok paginya. Istiqomah dalam mengaji, istiqomah dalam berorganisasi, dan istiqomah dalam mengabdi kepada masyarakat. Dengan istiqomah, Insyaallah, IPNU-IPPNU Pakisrejo tidak hanya akan eksis, tetapi akan terus memberikan manfaat yang nyata," pesannya.
Dukungan dan dorongan datang pula dari tingkat kecamatan. Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU Tanggunggunung Dimas Ardiansyah, dalam sambutannya memberikan semangat luar biasa. Ia mengakui bahwa membangun kembali ranting yang sempat vakum bukanlah hal yang mudah.
"Saya salut dan bangga kepada semangat rekan rekan di Pakisrejo. Untuk bangkit dari ketiadaan butuh perjuangan ekstra, dan malam ini kalian telah membuktikannya. Ini adalah bukti bahwa kader pelajar NU di sini punya nyali dan kepedulian," ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.
Ia pun mengajak seluruh jajaran ranting untuk bersinergi. "Mari kita bekerja sama, bahu-membahu membangun peradaban pelajar NU di seluruh Tanggunggunung. Mulai dari Pakisrejo, kita akan gelorakan kembali kegiatan-kegiatan yang berorientasi keagamaan, seperti kajian rutin, pelatihan kepemimpinan, hingga bakti sosial. Jadikan organisasi ini wadah untuk mengasah soft skill dan spiritual kita, Dan bahkan melalui NU kita dapat sekolah tinggi melalui beasiswa rekom NU untuk bersekolah di perguruan tinggi."
Rekan Ilham, Ketua Ranting IPNU Pakisrejo yang baru terpilih, menyampaikan rasa syukur dan harapannya. "Ini adalah amanah yang tidak ringan. Kami sadar masih banyak kekurangan, tetapi dengan dukungan semua pihak, kami siap untuk bergerak. Rencananya, dalam waktu dekat kami akan mengadakan kelas dasar ilmu ke-NUan dan pelatihan public speaking untuk para anggota," ungkapnya dengan penuh antusias.
Acara Ngosanta yang dirancang sebagai medium komunikasi informal ini terbukti efektif dalam mendekatkan para pelajar. Berbeda dengan pengajian yang kaku kegiatan semacam ini memungkinkan dialog dua arah yang lebih cair dan relevan dengan isu-isu kekinian yang dihadapi oleh anak muda.
Acara yang berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan ini akhirnya ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Pengurus Ranting NU Pakisrejo, sebagai penanda dimulainya kembali langkah IPNU-IPPNU Ranting Pakisrejo dalam menaburkan benih-benih kebaikan, menjaga generasi, dan memperkuat jaringan Nahdlatul Ulama dari tingkat yang paling fundamental yakni Pimpinan Ranting


0 Komentar