**MWCNU Tanggunggunung —** Semangat berinovasi dalam dunia pendidikan terus tumbuh di Kecamatan Tanggunggunung. Tidak hanya berfokus pada capaian akademik, sejumlah sekolah dasar mulai menghadirkan terobosan untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada peserta didik sejak dini.

Langkah inspiratif tersebut dilakukan oleh **SDN 1 Jengglungharjo dan SDN 6 Jengglungharjo** melalui program pembiasaan mengaji sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Para siswa mendapatkan pembelajaran **ngaji jilid dan Al-Qur’an** sebagai fondasi pendidikan karakter sekaligus bekal spiritual dalam menjalani kehidupan.
Program tersebut diinisiasi oleh **Dr. Suprianto**, selaku Ketua PGRI Kecamatan Tanggunggunung, dengan menghadirkan sebuah branding program yang menarik dan sarat makna, yakni **PROSANDA (Program Santri Dasar)**.

Untuk memperkuat pelaksanaan program, PROSANDA menggandeng **LP Ma’arif MWCNU Tanggunggunung**. Kolaborasi ini menjadi bentuk nyata sinergi antara lembaga pendidikan umum dan lembaga pendidikan keagamaan dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak generasi penerus bangsa.
Dalam proses pendampingan para santri, **LP Ma’arif MWCNU Tanggunggunung** turut menghadirkan alumni-alumni terbaik dari program **PGTPQ**. Mereka menjadi pendamping sekaligus pengajar yang diharapkan mampu memberikan pembelajaran Al-Qur’an secara tepat, menyenangkan, dan sesuai dengan kebutuhan anak-anak usia sekolah dasar.

Ketua Tanfidziyah **MWCNU Tanggunggunung, Eko Ali Sadikin**, memberikan apresiasi atas lahirnya inovasi tersebut. Menurutnya, gerakan pendidikan keagamaan yang dimulai sejak bangku sekolah dasar merupakan investasi penting untuk membangun generasi yang memiliki kecerdasan intelektual sekaligus kokoh dalam nilai-nilai keagamaan.

> “Ini adalah inovasi yang sangat positif. Pendidikan agama tidak cukup hanya diberikan melalui teori, tetapi perlu dibiasakan sejak dini. PROSANDA menjadi langkah strategis untuk menanamkan kecintaan anak-anak kepada Al-Qur’an sekaligus membangun karakter mereka,” ungkap Eko Ali Sadikin.

Menurutnya, kolaborasi antara sekolah, PGRI, dan LP Ma’arif merupakan contoh nyata bahwa kemajuan pendidikan dapat dibangun melalui gotong royong dan sinergi berbagai pihak.

“Semoga program ini tidak berhenti di dua sekolah saja. Mudah-mudahan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah dasar lainnya di Kecamatan Tanggunggunung untuk terus berinovasi dalam memberikan pendidikan terbaik bagi anak negeri,” tambahnya.

Dalam kegiatan **penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU)** tersebut, hadir **Amirudin Hasyim**, yang mewakili Ketua LP Ma’arif MWCNU Tanggunggunung. Kehadirannya menjadi simbol komitmen LP Ma’arif untuk terus mendukung penguatan pendidikan Al-Qur’an di lingkungan sekolah dasar.
PROSANDA bukan sekadar program mengaji sebelum pembelajaran. Ia adalah ikhtiar untuk menanamkan fondasi sejak langkah pertama—bahwa di balik anak-anak yang cerdas, diharapkan tumbuh generasi yang berakhlak, mencintai Al-Qur’an, dan memiliki karakter kuat.

**Berinovasi sejak dini untuk anak negeri. Dari ruang-ruang kelas di Tanggunggunung, ikhtiar mencetak generasi Qur’ani mulai ditanamkan hari ini, untuk dipetik manfaatnya di masa depan.**