JALIN SILATURAHMI, PELAJAR NU TANGGUNGGUNUNG SUKSES GELAR NGOSANTA


Ahad, 26 Juli 2026 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kec. Tanggunggunung, Tulungagung sukses menyelenggarakan Ngopi,Ngaji,Santai (NGOSANTA) di Gedung YAYASAN AL MUNAWAR INDONESIA 2 Jengglungharjo

Acara yang dihadiri oleh jajaran pimpinan MWC dan puluhan pelajar NU Se-Kec. Tanggunggunung  ini sebagai sarana mempererat silaturrahmi dan memperkuat semangat organisasi, Dalam sambutanya 
Ketua PAC IPNU Kecamatan tanggunggunung Rekan Dimas Ardiansyah menyampaikan perlunya semangat organisasi. 
"Dengan berorganisasi kita memiliki investasi waktu dimasa mendatang untuk mendapatkan harapan hidup lebih baik, jangan anggap berorganisasi sebagai membuang waktu, tapi gunakanlah waktu berorganisasi untuk sebuah pengabdian dan proses belajar. Sebagaimana proses belajarnya seorang atlit yang butuh lama bahkan latihan itu dianggap membuang waktu bertahun tahun, ketika atlit tidak merelakan waktunya untuk berlatih maka tidak ada harapan untuk menang dan sukses, akan tetapi jika ia merelakan waktunya untuk berlatih maka harapan untuk menang menjadi lebih besar dan kesuksesan ringan diraih. Analogi ini harus kita tanamkan sebagai jiwa organisatoris. "
Sementara itu Katib Syuriah  MWC NU Kecamatan Tanggunggunung bapak Prawoto memberikan motivasi yang cukup menarik beliau mengatakan
"Belajar hari ini adalah investasi kecerdasan, berorganisasi di NU adalah investasi jaringan dan keberkahan dimasa mendatang, dengan kita belajar dan berorganisasi ada harapan hidup layak dikemudian hari."

Acara inti diisi dengan mauidoh hasanah oleh Ustad Ahmad Sis, dalam ceramahnya beliau
menghimbau kita sebagai palajar IPNU-IPPNU untuk mencintai organisasinya, negaranya, agamanya, dan mampu mengiplementasikan ilmunya dalam masyarakat tak lupa beliau berpesan
 
"Kalau bukan anak anak IPNU IPPNU sekarang yang belajar berorganisasi maka siapa yang akan menjadi pemimpin masa depan, kalau bukan sekarang untuk belajar maka menunggu kapan lagi."

Beliau juga berpesan ketika sudah menjadi seorang pemimpin Jangan sombong, diibaratkan seperti buah kelapa dan buah semangka yang mengajarkan kita tentang isi hati manusia. Dan pada akhirnya acara ditutup dengan doa untuk menambah keberkahan ilmu, dan mendapatkan keberkahan masyayikh Nahdlatul Ulama. 


Penulis : Jenita Eka Putri

Posting Komentar

0 Komentar