Dalam perspektif Islam, ekoteologi merupakan pendekatan teologis yang memandang menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian integral dari ibadah dan keimanan, bukan semata-mata tanggung jawab etika sosial. Manusia ditempatkan sebagai khalifah di bumi, yakni wakil Allah yang diberi amanah untuk merawat dan memelihara alam semesta sebagai ciptaan-Nya. Alam tidak diposisikan sebagai objek eksploitasi, melainkan sebagai mitra kehidupan yang harus dijaga keharmonisannya, berlandaskan konsep tauhid yang menyatukan hubungan antara Tuhan, manusia, dan alam semesta.
Sebagai wujud nyata semangat tersebut, dalam rangka memperingati Harlah ke-103 Nahdlatul Ulama, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Tanggunggunung bersama komunitas pemuda peduli lingkungan Parjo Gundo menyelenggarakan kegiatan penanaman pohon tabe buya di sepanjang jalan depan Gedung MWCNU Tanggunggunung. Kegiatan ini menjadi simbol kepedulian sekaligus komitmen bersama dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua MWCNU Tanggunggunung Eko Ali Sadikin, Ketua Muslimat NU Umiaten, Ketua Fatayat NU Yuni Puspitasari, Ketua IPPNU Fasela Ardarani, serta para ketua lembaga dan badan otonom NU. Kehadiran para pimpinan dan kader NU tersebut menunjukkan kuatnya sinergi lintas banom dalam menguatkan gerakan ekoteologi di tengah masyarakat.
Ketua MWCNU Tanggunggunung, Ustadz Eko Ali Sadikin, menyampaikan harapan agar pohon tabe buya yang ditanam kelak dapat menjadi ikon kawasan yang membawa kesejukan dan keteduhan. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini tidak berhenti pada penanaman semata, tetapi harus dilanjutkan dengan perawatan yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, MWCNU Tanggunggunung berharap semangat ekoteologi tidak hanya berhenti pada momentum peringatan Harlah NU, tetapi dapat terus hidup dalam perilaku sehari-hari warga nahdliyin dan masyarakat luas. Penanaman pohon tabe buya ini menjadi pengingat bahwa menjaga bumi adalah bagian dari ibadah, sekaligus investasi jangka panjang demi terwujudnya lingkungan yang lestari, sejuk, dan membawa manfaat bagi generasi yang akan datang.


0 Komentar